Rumah Sakit di Bone Belum Siap Tampung Pasien Covid-19, Komisi IV DPRD Bone Minta Dinkes Revisi Anggaran

Foto. Rapat Kerja Komisi IV DPRD Bone terkait penanganan Covid-19 di Kabupaten Bone. (Dedy)

Terkini.id, Bone – Komisi IV DPRD Kabupaten Bone mencecar sejumlah pertanyaan kepada pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bone dan pihak rumah sakit karena dinilai belum siap hadapi penanganan virus corona (Covid-19).

Hal tersebut terungkap saat digelar rapat kerja penanganan covid-19 Komisi IV DPRD Bone yang dipimpin A. Muh. Salam bersama Dinkes Kabupaten Bone, pihak RSUD Tenriawaru, RS Pancaitana dan BPKAD Kabupaten Bone, diruang sidang Komisi IV DPRD Bone, Jumat 20 Maret 2020.

Tidak hanya kesiapan anggaran pencegahan Covid-19 yang dipertanyakan kepada Dinkes Kabupaten Bone, sejumlah kesiapan peralatan medis di rumah sakit dan puskesmas yang tidak dilengkapi alat pelindung diri (APD) yang memadai bagi tim medis dan para medis juga disorot.

Anggota DPRD Komisi IV Rangga Risaswara, menilai pihak Dinkes tidak tanggap terhadap wacana yang berkembang terkait langkah antisipasi Covid-19 yang daerah lain lakukan. Dikatakannya, Dingkes perlu serius memperhatikan kesiapan Rumah Sakit dan UPTD Puskesmas menanggulangi pencegahan Covid-19.

“Dari hasil kunjungan kebeberapa UPTD Puskesmas, ADP tenaga kesehatan diposko penanganan covid-19 hanya menggunakan alat seadanya bahkan didapatkan cuma ada jas hujan. Bagaimana kita mau berikan penanganan, kalau tenaga medis kita tidak dilindungi, termasuk biaya operasional petugas kesehatan, tolong diperhatikan” cecar Rangga Siswa Anggota DPRD Komisi IV partai PPP.

Senada Dengan Rangga Siswa, Andi Akhiruddin, ST yang juga anggota DPRD Komisi IV juga mempertanyakan kesiapan anggararan Dingkes Kabupaten Bone untuk penanganan Covid-19.

Politisi PDI-P tersebut, mengatakan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 19 tahun 2020 dimungkinkan dilakukan relokasi, realokasi dan revisi anggaran untuk penanggulangan corona virus disease 2019 (Covid-19) dari beberapa sumber anggaran baik dari penggunaan Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Insentif Daerah (DI).

“Wabah covid-19 kita tidak bisa perediksi sampai kapan berakhir. Sehingga memang perlu, perencanaan dan pengangaran yang matang, kalau memang anggarannya belum cukup, DAK fisik Dinkes memungkinkan direlokasi untuk tambahan anggaran penanganan covid-19” ungkapnya.

Menjawab pertanyaan Komisi IV DPRD Bone, Pihak RSUD Tenriawaru Kabupaten Bone yang diwakili dr. Sahrir mengakui keterbatasan peralatan medis dan ruang isolasi RSUD Tenriawaru.

“Berdasarkan rapat internal RSUD Tenriawaru untuk sementara ruang isolasi kami siapkan adalah ruang IGD. Pasien PDP yang ditangani sudah membaik dan sudah dipulangkan namun tetap dilakukan pemantauan.Namun kami juga khawatir, karena kami tidak memiliki peralatan medis terkait penangan Covid-19” jelasnya

Pihak Rumah Sakit Pancaitana pun mengatakan demikian. Kepala Tata Usaha RS Pancaitana Fahruddin, mengatakan ketidaksiapan rumah sakit tipe C tersebut menerima pasien suspec Covid-19 karena ruang isolasi dan tenaga medis yang tidak siap.

“Sementara kami hanya bisa merujuk ketika ada pasien yang diduga suspect covid-19. Kami sarankan perlu ada rumah sakit khusus yang disiapkan, untuk mengindari penyebaran covid-19” katanya

Kabid Pengendalian Penyakit Dingkes Kabupaten Bone, dr. Yusuf menjelaskan, jika rumah sakit di Bone memang tidak ada yang disiapkan menjadi rumah sakit rujukan pasien Covid-19 yang ditetapkan pemerintah pusat. Akan tetapi, rumah sakit di Bone tetap dijadikan rumah sakit persinggahan.

“Penanganan covid-19 ini kami sudah koordinasikan dengan semua UPTD Puskesmas untuk melakukan penanganan dan melakukan posko. Rumah sakit kita di Bone memang tidak ada rumah sakit rujukan, tapi alhamdulillah pasien PDP yang di rawat di RS Tenriawaru sudah ditangani dengan baik, sehingga patut diapresiasi”ungkapnya.

Hasil dari rapat kerja Komisi IV DPRD Bone tersebut disepakati anggaran awal penanggulangan Covid-19 sebesar 11,5 miliar. Kesiapan dana tersebut terdiri dari relokasi dan revisi sejumlah anggaran Dingkes dari dana DBH, DID dan anggaran darurat.

“Kami sudah siapkan 1,5 miliar yang diposkan di anggaran darurat didAPBD. Hari ini pun sudah bisa dicairkan untuk satgas penanggulan covid-19″kata Kepala BPKAD Kab. Bone, Najamuddin kepada Terkini.id

Komentar

Rekomendasi

Pasien Kategori PDP di Bone Kini Bertambah Menjadi 3 Orang

Alami Gejala Covid-19, Satu Pasien Status PDP Diisolasi di RSUD Tenriawaru Bone

Politisi Muda PDIP Tegaskan DAK Fisik Dinkes Bone Segera di Realokasi Tanggap Covid-19

Bupati Bone Ambil Alih Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19

Bone Soft Lockdown, Dray: Kita Harus Siap Kemungkinan Terburuk

Mulai Hari Ini, Penyeberangan Bajoe – Kolaka Ditutup Untuk Angkutan Penumpang

Tak Miliki Rapid Test, Satgas PP Covid-19 Bone Sulit Deteksi Dini Orang Terinfeksi Virus Corona

Tak Indahkan Imbauan Pemerintah, Satpol PP Bubarkan Pengunjung Warkop

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar