Tak Miliki Rapid Test, Satgas PP Covid-19 Bone Sulit Deteksi Dini Orang Terinfeksi Virus Corona

Alat Rapid Test Covid-19 (net)

Terkini.id, Bone – Meski pemerintah pusat telah mendatangkan satu juta alat rapid test Corona dari negara Cina yang akan dimulai tes massal disejumlah daerah sebagai langkah deteksi dini orang yang terinfeksi Covid-19, namun Satgas Percepatan Penaganan Covid-19 Kabupaten Bone mengkonfirmasi rumah sakit dan puskesmas di Bone sampai hari ini belum memiliki alat tersebut.

Padahal alat tersebut penting, untuk mengindetifikasi dini orang yang terinfeksi Covid-19 agar tidak menyebarkan ke orang lain.

Juru Bicara Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bone, dr. Yusuf kepada terkini.id Rabu 25 Maret 2020, mengatakan rapid test sejauh ini diprogramkan oleh Kementerian Kesehatan dan menurut Yusuf pihaknya telah mengusulkan ke propinsi agar Bone juga mendapatkan alokasi alat rapid test Covid-19 tersebut.

“Kami menunggu saja petunjuk selanjutnya. Kabarnya barangnya sementara disertifikasi di pusat sebelum bisa dipakai,”ungkapnya.

Yusuf kembali mengatakan, Dinas Kesehatan sepenuhnya belum bisa mengangarkan alat rapid tes tersebut secara mandiri dikarenakan alat tersebut harus diimpor dan tidak dijual bebas dipasaran.

“Tetap kami upayakan dengan terus berkoordinasi dengan propinsi. Jika alatnya sudah tersedia, kami prioritaskan cek yang masuk kategori Orang Dalam Pengawasan (ODP),” jelasnya.

Informasi yang dihimpun terkini.id, rapid test merupakan pemeriksaan antibodi (zat yang dibentuk untuk memusnahkan bakteri atau virus) yang berada di dalam darah.

Perkembangannya, ada fakta-fakta terkait rapid test Corona di Indonesia. Fakta pertama, bila rapid test pertama menunjukan hasil negatif, maka pemeriksaan akan diulang kembali pasca 10 hari.

Kedua, butuh waktu 6-7 hari agar antibodi terbentuk. Ketiga, ada dua kelompok yang menjadi prioritas dalam pemeriksaan metode rapid test yakni orang dalam pengawasan (ODR) dan tenaga kesehatan yang bersentuhan langsung dengan penanganan covid-19.

Diakaes dari laman bone.go.id situs resmi Pemeritah Kabupaten Bone terkait data terbaru perkembangan penanganan Covid-19 di Wilayah Kabupaten Bone Selasa 24 Maret 2020 Pukul 23.00 Wita, Jumlah orang yang telah diperiksa terkait corona virus (Covid-19) sebanyak 632 orang.

Sebanyak 23 ODP (Orang Dalam Pengawasan), 274 Orang Dalam Resiko (ODR) dan 1 PDP (Pasien Dalam Perawatan).

Komentar

Rekomendasi

Alami Gejala Covid-19, Satu Pasien Status PDP Diisolasi di RSUD Tenriawaru Bone

Politisi Muda PDIP Tegaskan DAK Fisik Dinkes Bone Segera di Realokasi Tanggap Covid-19

Bupati Bone Ambil Alih Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19

Bone Soft Lockdown, Dray: Kita Harus Siap Kemungkinan Terburuk

Mulai Hari Ini, Penyeberangan Bajoe – Kolaka Ditutup Untuk Angkutan Penumpang

Tak Indahkan Imbauan Pemerintah, Satpol PP Bubarkan Pengunjung Warkop

Antisipasi Penyebaran Covid-19, Planet Cinema Terancam Ditutup Sementara

Rumah Sakit di Bone Belum Siap Tampung Pasien Covid-19, Komisi IV DPRD Bone Minta Dinkes Revisi Anggaran

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar