Bupati Bone Ajak Umat Muslim Tunaikan Zakat di Baznas

Bupati Bone Andi Fahsar M. Padjalangi didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Bone Hj.Kurniaty A.Fahsar sambangi kantor Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bone dilantai dasar masjid Al Markaz Al Maarif untuk membayar zakat harta, Senin 18 Mei 2020. (ist)
Bupati Bone Andi Fahsar M. Padjalangi didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Bone Hj.Kurniaty A.Fahsar sambangi kantor Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bone dilantai dasar masjid Al Markaz Al Maarif untuk membayar zakat harta, Senin 18 Mei 2020. (ist)

Terkini.id, Bone – Bupati Bone H.AFahsar M.Padjalangi didampingi Ibu Ketua Tim Penggerak PKK Bone Hj.Kurniaty A.Fahsar sambangi kantor Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bone dilantai dasar masjid Al Markaz Al Maarif, Watampone Senin 18 Mei 2020.

Kedatangan orang nomor satu di Bumi Arung Palakka tersebut untuk menyalurkan zakat mal (zakat harta) penghasilan satu tahun.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bone Andi Fahsar mengajak umat muslimmmuslim di Kabupaten Bone menuaikan zakatnya di Baznas Bone baik zakat mal maupun zakat fitrah.

“Hari ini saya didampingi Ketua TP PKK dan beberapa kepala OPD salurkan kewajiban kami sebagai umat muslim, apalah arti 2,5 % pendapatan dalam setahun dibanding apa yang telah Allah SWT berikan kepada kita,” ungkapnya.

Lebih lanjut Bupati Bone mengatakan, Basnas mampu menyalurkan Zakat Fitrah, Mal dan Infaq kepada yang benar-benar membutuhkan.

Baca juga:

“Ayo sama-sama salurkan zakat di Baznas Bone,” ajaknya.

Bagi umat Muslim, zakat harta merupakan sebagian dari kegiatan ibadah yang harus dipenuhi.

Zakat yang sering juga disebut Zakat Mal ini adalah penilaian yang dikenakan atas harta seorang individu dengan syarat dan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan dalam hukum Islam.

Lalu, apa saja ketentuan yang berlaku bagi seseorang individu yang disarankan untuk membayarkan zakat mal ini? Berikut rinciannya:

1. Zakat mal merupakan bagian harta miliki penuh seorang individu.

2. Harta tersebut berkembang atau memiliki potensi yang menguntung jika dijalankan.

3. Memiliki nisab, yaitu harta tersebut berada dalam jumlah tertentu sesuai dengan ketetapan. Namun, jika belum mencapai nishab tidak diwajibkan menjadi bagian dari zakat.

4. Seseorang yang akan berzakat memiliki kebutuhan pokok yang harus terpenuhi terlebih dahulu sebelum menyumbangkan sebagian hartanya.

5. Seseorang yang akan berzakat tidak memiliki utang. Cara ini penting dalam tata hukum Islam, karena jika seseorang individu masih memiliki utang dan dihitung ke harta yang dizakatkan tidak memenuhi syarat nisab yang sudah ditentukan.

6. Kepemilikan harta sudah berlangsung selama satu tahun.

Jika seorang muslim dan sudah memiliki ketentuan di atas maka sebaiknya disarankan untuk mambayarkan zakat harta sebagai bagian dari kehidupan beragam.

Namun, yang paling penting dari semua ini adalah bagaimana cara berpikir seseorang untuk berbagi dengan sesamanya yang memiliki kekurangan baik secara keuangan dan ikut membantu mereka mencapai kesejahteraan yang lebih baik dari sebelumnya.

Komentar

Rekomendasi

Sambangi Rujab, Rotary Club Ujung Pandang dan Yadika Serahkan APD ke Bupati

Uji Swab 19 Warga Bone yang Diisolasi Keluar, Hasilnya Begini

Surat Keterangan Bebas Covid-19 Ternyata Berbayar, Segini Biayanya

Pengadaan Laptop Anggota DPRD Bone Dihujat Netizen, Saifullah Angkat Bicara

Alhamdulillah, Dua Pasien COVID-19 di Bone Kembali Sembuh

Kasus Positif COVID-19 di Bone Kembali Bertambah, Seorang Perempuan Lansia Asal Desa Paccing Positif Corona

New Normal, Warkop di Bone Kembali Dibuka

Cek Kehadiran Pegawai Pasca Libur Hari Raya Idul Fitri, Bupati dan Wabup Bone Kompak Gelar Sidak

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar