Aktivis Ini Soroti Kinerja Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 yang Terkesan Lamban

Andi Ardiman yang juga salah satu aktivis muda Bone soroti kinerja penanggulangan Covid-19 yang terkesan lamban. (ist)
Andi Ardiman yang juga salah satu aktivis muda Bone soroti kinerja penanggulangan Covid-19 yang terkesan lamban. (ist)

Terkini.id, Bone – Bertambahnya kasus positif Covid-19 di Kabupaten Bone melalui transmisi lokal menjadi preseden buruk penanganan penanggulangan COVID-19 di Kabupaten Bone.

Saat ini jumlah kasus orang positif corona mencapai 9 orang dua kasus terbaru di Kecamatan Ulaweng adalah kasus transmisi lokal dari pasien 06 Jalan Langsat, Watampone.

Kekecewaan itu dilontarkan Andi Ardiman salah satu aktivis muda di Kabupaten Bone kepada terkini.id Kamis 20 Mei 2020.

Dikatakanya, penambahan jumlah kasus positif Covid-19 tidaklah mengherankan sebab dia menilai Pemerintah Daerah Bone dalam pengambilan kebijakan antisipasi penanganannya sedari awal secara kongkrit, kurang optimal dan lambang dalam penanggulangan penyebaran COVID-19.

“Dimulai dari lambannya perbatasan diperketat hinga penjagaan hanya pada waktu-waktu tertentu, lambannya kelengkapan APD tenaga medis diadakan, masih luwesnya masyarakat melintas keluar masuk daerah tanpa karantina, serta banyaknya indikator lain yang merupakan realitas yang mesti diterima bahwa tanggap penanganan dan antisipasi di daerah belum cukup optimal,” jelas alumni HMI tersebut.

Baca juga:

Dikatakannya lagi, ada baiknya Pemerintah Daerah segera mengadaptasi langkah yang dilakukan oleh Kabupaten Soppeng, dengan Pengadaan Mesin PCR guna uji swab, yang kemudian ditopang dengan langkah memperketat perbatasan, hingga uji Swab massal melalui pelayanan nobil keliling yang mereka adakan.

Hal demikian kata Andi Ardiman sekaligus dapat menjadi bahasa pemerintah kepada publik tentang keseriusan penanganan melalui langkah kongkrit, yang tentu akan berimplikasi pada kondusifitas masyarakat secara lokal.

Sekaligus secara tidak langsung meminimalkan skeptisisme publik untuk pula menjadi bagian dari terjaganya kesehatan dan imunitas masyarakat, disebabkan keyakinan terhadap pemerintah yang secara jelas berperan maksimal menjaganya.

“Mencapai hal demikian, dibutuhakan peran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah untuk turut mendampingi, dengan secara nyata mesti terlihat melalui evaluasi massif terhadap segala upaya yang dilakukan oleh pemerintah daerah, yang harapannya agar segala program penanganan tak sekedar terealisasi namun benar-benar tepat sasaran dan tepat guna dalam mengurai Covid-19 ini,” tegasnya

Selain itu, kerjasama lintas sektoral dan keterlibatan OKP/Ormas kata Andi Ardiman mesti dioptimalkan oleh pemerintah daerah, demikian pula memanfaatkan seluruh instrumen yang ada untuk turut menunjang percepatan langkah antisipasi dan penanganan Covid-19 ini dalam satu sinergitas.

“Mengundang seluruh OKP/Ormas guna turut menjadi bagian dalam skema penanganan yang terintegrasi misalnya, tentu akan berdampak sangat baik.

Sebab tak sedikit diantaranya yang muncul mengisi ruang penanganan melalui kerja-kerja donasi dan bantuan sosial, namun bisa jadi realisasinya kurang tepat sasaran disebabkan target/penerima mendapat bantuan yang berulang.

Sementara mungkin saja masih banyak masyarakat yang sama sekali belum mendapatkan dan tengah terdesak oleh dampak pandemi Covid-19 ini,” pungkasnya.

Komentar

Rekomendasi

Sambangi Rujab, Rotary Club Ujung Pandang dan Yadika Serahkan APD ke Bupati

Uji Swab 19 Warga Bone yang Diisolasi Keluar, Hasilnya Begini

Surat Keterangan Bebas Covid-19 Ternyata Berbayar, Segini Biayanya

Pengadaan Laptop Anggota DPRD Bone Dihujat Netizen, Saifullah Angkat Bicara

Alhamdulillah, Dua Pasien COVID-19 di Bone Kembali Sembuh

Kasus Positif COVID-19 di Bone Kembali Bertambah, Seorang Perempuan Lansia Asal Desa Paccing Positif Corona

New Normal, Warkop di Bone Kembali Dibuka

Cek Kehadiran Pegawai Pasca Libur Hari Raya Idul Fitri, Bupati dan Wabup Bone Kompak Gelar Sidak

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar