Demokrat Tolak Laptop, Asrul: Jangan Bersandiwara

Foto Pelantikan 45 Anggota DPRD Bone terpilih periode 2019-2024. (net)
Foto Pelantikan 45 Anggota DPRD Bone terpilih periode 2019-2024. (net)

Terkini.id, Bone – Polemik pengadaan laptop pintar brand ternama Apple MacBook untuk 45 anggota DPRD Kabupaten Bone kian hangat.

Diinternal DPRD Bone sendiri pro kontra terjadi, bahkan Partai Demokrat Bone terang-terangan meminta kadernya di DPRD Kabupaten Bone mengembalikan laptop pabrikan Amerika tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Ketua LSM Kontak Kabupaten Bone Asrul Abadi ketika ditemui terkini.id Sabtu 30 Mei 2020, menilai jika pengadaan laptop di DPRD Bone sebenarnya sah-sah saja untuk menunjang kinerja anggota DPRD.

Terkait anggota DPRD yang menolak dan akan mengembalikan ke kas negara, Asrul mengatakan perlu dibuktikan dan jangan hanya bersandiwara.

Selain itu kata Asrul, perlu ada transparansi anggaran ke publik, apakah harga laptop itu sudah sesuai dengan harga katalog.

“Kalau memang ada anggota DPRD mau kembalikan laptop ke kas negara silakan bikinkan berita acara dan dipublis di media . Kalau hanya sekedar statemen, nanti masyarakat menilai ini hanya panggung sandiwara,” ungkapnya

Wakil Ketua DPRD Bone Indra Jaya yang juga politisi partai Demokrat Kabupaten Bone ketika dihubungi terkini.id mengatakan sejak awal pembahasan anggaran pengadaan laptop fraksinya memang menolak, termasuk pengadaan kendaraan mobil dinas untuk para Kabag Setda Bone pada saat pembahsan APBD tahun 2020.

Lagi Indra jaya mengklarifikasi jika bulan Maret yang lalu dirinya meminta kepada Sekwan DPRD Bone agar menunda pengadaan laptop, mengingat kondisi Pandemi COVID-19, namun dirinyaa juga sempat kaget ketika laptop tersebut telah diadakan.

“Saya bukan menolak pengadaannya karena memang sudah ditetapkan dalam penganggaran APBD Tahun 2020. Akan tetapi, saya sudah sampaikan ke Sekwan bulan tiga lalu (Maret.red) agar ditunda dulu karena masih dalam situasi Pandemik Covid-19.

Saya secara pribadi sampai mati tidak akan mengambil laptop itu, karena saya juga sudah punya laptop sendiri. Bahkan partai sudah menginstruksikan agar tidak menerima laptop tersebut dan saya taat terhadap perintah partai,” Ungkapnya.

Dikatakannya lagi, terkait pernyataan Ketua Komisi I DPRD Bone Saifullah Latief terkait adanya regulasi Permendagri terkait pengadaan IT untuk menunjang kinerja dewan di masa pandemik, katanya bukan sebuah keharusan dan dia anggap sebuah kekeliruan jika dianggap ini pembenaran.

Terpisah, salah satu Anggota DPRD Bone yang dihubungi terkini.id A. Akhiruddin menanggapi jika pengadaan laptop untuk 45 anggota DPRD tidak ada aturan yang dilanggar dan katanya suah melewati proses pembahasan.

“Laptop tersebut bukan hak milik, akan tetapi inventaris kantor bahkan pada saat pembahasan, saya sempat mengusulkan kalau perlu itu dilabelisasi. Terkait ada yang mau mengambil atau tidak, itu hak masing-masing anggota,” ungkap Politisi PDIP tersebut.

Dikatakannya lagi, dilain sisi, memasuki era digitalisasi dan tantangan ke depan itu harus melek teknologi dan presiden sendiri kata Baso Ari sapaan akrabnya, pernah melakukan himbauan untuk memangkas anggaran perjalanan dinas dan lebih memanfaatkan teknologi ketimbang harus melakukan kunjungan-kunungan yang pernah diwacanakan di pembahasan anggaran.

“Saya belum mengetahui soal ada fraksi menolak, tentu penolakan itu harus secara tertulis dan disampaikan kepimpinan langsung,” pungkasnya.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Sambangi Lokasi Banjir, Bupati Bone Serahkan Bantuan di 4 Kecamatan Bone Utara

Banjir Bone Utara Rendam Ratusan Rumah, Wakapolres Bone Pantau Lokasi Banjir

Bupati Tegaskan Maksimalkan Penyaluran Bantuan di Luwu Utara Luwu Utara

Bupati Bone Lakukan Peletakan Batu Pertama Jembatan Desa Watu

Gelar Sosialisasi Perda Pengendalian Penyembelihan Ternak Produktif, Ini Harapan A. Mangunsidi

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar