Tidak Ada Dalam Rombongan, 4 Warga Bone yang Dideportasi dari Malaysia Belum Diketahui Keberadaannya

Wakil Bupati Bone Ambo Dalle (Kanan) didampingi Dandim 1407 Bone dan Kapolres Bone saat menemui rombongan warga Bone yang dideportasi dari Malaysia di Posko Induk Gustu PPC-19, Jumat 5 Mei 2020. (Foto:Dedy)
Wakil Bupati Bone Ambo Dalle (Kanan) didampingi Dandim 1407 Bone dan Kapolres Bone saat menemui rombongan warga Bone yang dideportasi dari Malaysia di Posko Induk Gustu PPC-19, Jumat 5 Mei 2020. (Foto:Dedy)

Terkini.id, Bone – Sebanyak 48 orang yang masuk dalam daftar warga Bone yang dideportasi oleh Pemerintah Malaysia ke Nunukan Kalimantan Utara, ternyata 4 orang lainnya tidak masuk dalam rombongan.

Sebelumnya, Pihak Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bone melakukan penjemputan kepada warga Bone tersebut yang berangkat dari Pelabuhan Nunukan Kalimantan Utara dan berlabuh di Pelabuhan Kota Parepare.

Rombongan tersebut tiba di Posko Induk Gustu PPC-19 Jalan Ahmad Yani Watampone, Jumat 5 Juni 2020, sekitar 18.00 Wita.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bone Andi Akbar, yang turut langsung melakukan penjemputan, mengatakan ke 4 orang yang tidak ada dalam rombongan warga Bone yang dideportasi belum diketahui keberadaan dan identintasnya.

Dijelaskannya, ke 4 orang tersebut terpisah dengan rombongan saat akan berangkat dari Pelabuhan Nunukan menuju Pelabuhan Kota Parepare.

“Sejauh ini kami belum tau nasib ke 4 warga Bone tersebut. Kami sementara menulusuri identitas dan keberadaanya,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Wakil Bupati Bone Ambo Dalle yang ditemui di Posko Induk PPC-19 Kabupaten Bone saat melakukan penjemputan, mengatakan, Pemda Bone telah melakukan penangan dengan baik terkait pemulangan warga Bone yang dideportasi mulai dari dari penjemputan dari Parepare, sampai pemulangan ke daerah asal sesuai alamatnya.

Namun kendalanya kata Ambo Dalle, ada sebagian orang dalam rombongan tersebut tidak mengetahui alamat kampungnya.

“Ade-ade kita yang dipulangkan dari Malaysia ini, akan kami pulangkan ke keluarganya sesuai dengan alamat. Namun, ada sebagian yang tidak tau alamatnya, karena lahir memang di Malaysia dan dia hanya punya kontak keluarganya di Bone. Seperti, ada satu orang yang keluarganya orang Bone tapi tinggal di Kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara, kami sudah hubungi keluarga dan pemerintah daerah bertanggung jawab mengantarnya sampai ditempat tujuan,” kata Mantan Ketua DPRD Kab. Bone dua peridoe tersebut kepada terkini.id.

Dijelaskannya lagi, untuk sementara 7 orang warga Bone yang dideportasi yang belum diketahui alamatnya, akan ditampung di rumah singgah.

Jubir Gustu PPC-19 Kabupaten Bone, drg. Yusuf, mengatakan ke 44 warga Bone ini, sudah ditangani sesuai protokoler penangangan penanggulangan COVID-19.

Dijelaskannya, semuanya telah mejalani rapid test di Nunukan sebelum dipulangkan ke Bone melalui Pelabuhan Parepare, dan dinyatakan negatif berdasarkan hasil rapid test.

“Semua hasil pemeriksaan rapid testnya sudah kita kantongi sampai sampel pemeriksaanya dan dinyatakan negatif,” jelasnya.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Buka Pemilihan Duta Anak, Bupati Bone: Pilih yang Terbaik Atas Nama Bone

Rombongan Tim Polda Sulsel Tiba di Bone, Bupati Bone Sambut dengan Mesra

Kerahkan Ribuan Orang ke Desa Lampoko, Bupati Bone Lakukan Ini

Kunjungi Pilot Project Keramba Jaring Apung Uloe, Wagub : Jadi Motivasi Desa Kreatif dan Majukan Ekonomi

Bupati dan Ketua DPRD Bone Kompak Pantau Penyaluran Bantuan JPS

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar