Desa Lampoko Didaulat Wakili Bone Lomba Percontohan Kampung Tangguh Tingkat Nasional

Bupati Bone A. Fahsar M. Padjalangi (Tengah) didampingi Wakil Bupati Bone Ambo Dalle (Kiri) dan Kapolres Bone AKBp Tri Handoko Wijaya Putra (Kanan) memimpin rapat koordinasi pembentukan Kampung Tangguh diruang rapat pimpinan Kantor Bupati Bone, Kamis 11 Juli 2020. (Foto: Humas dan Protokol Setda Bone)
Bupati Bone A. Fahsar M. Padjalangi (Tengah) didampingi Wakil Bupati Bone Ambo Dalle (Kiri) dan Kapolres Bone AKBP Tri Handoko Wijaya Putra (Kanan) memimpin rapat koordinasi pembentukan Kampung Tangguh diruang rapat pimpinan Kantor Bupati Bone, Kamis 11 Juli 2020. (Foto: Humas dan Protokol Setda Bone)

Terkini.id, Bone – Desa Lampoko Kecamatan Barebbo Kabupaten Bone didaulat menjadi desa percontohan Kampung Tangguh dalam menerapkan protokol kesehatan guna pencegahan penyebaran COVID-19 yang akan dilombakan secara nasional menjelang Hari Ulang Tahun Bhayangkara 1 Juli 2020 mendatang.

Pembentukan Kampung Tangguh merupakan salah satu program dari Polri bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Bone dalam menciptakan lingkungan kampung yang mampu bertahan dalam situasi COVID-19 sekarang ini.

Hal tersebut terungkap saat dilaksanakan rapat koordinasi yang dipimpin oleh Bupati Bone A. Fahsar Mahdin Padjalngi dengan Kapolres Bone AKBP Try Handoko Wijaya Putra yang berlangsung di Ruang Rapim Kantor Bupati Bone, Jl. Ahmad Yani, Watampone, Kamis, 11 Juni 2020.

Hadir Wakil Bupati Bone Drs H.Ambo Dalle, M.M., Plt. Sekda Bone Drs.A.Muhammad Yamin, AT.,M.Si., Kepala Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Bone, Camat Barebbo, serta Kepala Desa Lampoko.

“Desa itu nantinya bakal mengedapankan protokol kesehatan, mulai dari pakai masker, jaga jarak, makan sehat, cuci tangan pakai sabun, rajin olahraga, tidak merokok,” jelas Kapolres Bone Try Handoko.

Selain itu, Kapolres Bone juga mengatakan kegiatan tersebut merupakan rangkaian kegiatan hari Bhayangkara ke-74 yang akan dilaksanakan 1 Juli 2020 mendatang.

“Nantinya bakal dinilai secara nasional dan kampung tangguh nusantara ini juga sebagai kado Hari Bhayangkara 1 Juli,” katanya.

Sementara itu Bupati Bone A. Fahsar Mahdin Padjalangi mengaku optimis Bone dapat menjadi juara nasional bila menerapkan program kampung tangguh ini dengan baik.

Olehnya itu Bapak Bupati meminta kolaborasi antar instansi, maupun OPD dalam mengawal Desa Lampoko menjadi Kampung Tangguh Nusantara.

“Karena yang bakal dinilai nantinya ketangguhan masyarakatnya dalam menghadapi pandemi COVID-19,” kata Fahsar.

Bupati Bone dua periode tersebut mengusulkan Kampung Tangguh tersebut dinamakan “Wanua Porena Bone” yang dimaknai sebagai sebuah kampung yang masyarakatnya tangguh disegala bidang, yakni memiliki kecerdasan lokal yang berwawasan nasional.

Secara harfiah Bugis, porena berasal dari kata “pore” yang artinya cerdas dan “na” artinya kepemilikan/mempunyai. Sehingga “porena” dimaknai sebagai potensi kecerdasan dan kemampuan yang dimiliki seseorang, kelompok komunitas, maupun masyarakat.

”Kampung dimana masyarakatnya memiliki keuletan dan kecakapan serta kemampuan dalam menghadapi segala tantangan.

“Kampung yang masyarakatnya patuh dan taat dalam menjalankan segala peraturan dan perundang-undangan yang berlaku terutama dalam menghadapi pandemi COVID-19,” kunci Bupati Bone.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Bupati dan Jajaran Forkopimda Bone Ikuti Upacara HUT Bhayangkara Ke-74 Secara Virtual

Fraksi DPRD Bone Kompak Terima LKPj APBD Tahun 2019

Pabrik Tahu Meledak, Satu Korban Alami Luka Bakar Sekujur Tubuh

Curah Hujan Tinggi, Basarnas Imbau Antisipasi Banjir Kiriman

Kapolres Bone Perintahkan Kasat Reskrim yang Baru Segera Lakukan Konsolidasi

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar